logoblog

Cari

Tutup Iklan

Workshop pengenalan Program SETARA– INOVASI NTB untuk siswa berkebutuhan khusus

Workshop pengenalan Program SETARA– INOVASI NTB untuk siswa berkebutuhan khusus

Pendidikan, bagi sebagian besar orang, masih dianggap sebagai salah satu cara efektif yang dapat digunakan seseorang untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Konon,

Inovasi Guru

INOVASI Pendidikan
Oleh INOVASI Pendidikan
20 September, 2017 13:22:23
Inovasi Guru
Komentar: 0
Dibaca: 8783 Kali

Pendidikan, bagi sebagian orang, masih dianggap sebagai salah satu cara efektif yang dapat digunakan seseorang untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Konon, dengan pendidikan yang berkualitas, seseorang memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di pasar tenaga kerja.

Sayangnya, meski dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, pendidikan dasar di Indonesia telah mengalami peningkatan, yang salah satunya, ditunjukkan dengan adanya peningkatan angka partisipasi siswa di tingkat sekolah dasar, akses yang setara bagi anak-anak berkebutuhan khusus belum sepenuhnya terpenuhi.

Padahal, laiknya anak-anak non-diffabel, para penyandang disabilitas juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak, sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah 17/2010 paragraf 7 tentang Manajemen Pendidikan dan Penerapannya yang dengan tegas menyebutkan bahwa setiap unit pendidikan di setiap level, baik pendidikan formal, informal, maupun non-formal-wajib menyediakan dukungan akademik, sosial dan mental yang dibutuhkan oleh anak-anak penyandang disabilitas.

Didorong oleh fakta tersebut, INOVASI NTB bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah pada 29 Agustus lalu menghelat Workshop pengenalan Program SETARA, sebuah program yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kemampuan para guru sekolah inklusi di Kabupaten Lombok Tengah dalam mengidentifikasi dan membantu para siswa dengan kesulitan belajar yang ada di kelas mereka.

Tak hanya dihadiri para pemangku kebijakan seperti Bappeda, Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini juga, menghadirkan para pegiat pendidikan mulai dari guru sekolah dasar dan guru pendamping khusus (GPK), kepala sekolah hingga pengawas, serta elemen LSM yang bergerak di isu pendidikan, tak terkecuali perwakilan wali murid penyandang disabilitas yang tergabung dalam komite sekolah.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah Drs. H. Lalu Muliawan mengajak seluruh peserta yang hadir, terutama pada guru dan kepala sekolah untuk tumbuh menjadi lebih tangguh dan bersungguh-sungguh dalam mendidik siapa saja yang menjadi anak didik.

“Setiap orang itu terlahir unik, setiap individu terlahir special. Allah tidak pernah menciptakan seseorang cacat. Semua yang diciptakan Allah punya potensinya masing-masing. Adalah tugas setiap guru untuk menemukan potensi itu sehingga tidak boleh ada guru yang mengatakan muridnya bodoh, sebab tidak ada murid yang bodoh,” pesan Lalu Muliawan sebelum membuka acara.

Selain mendengarkan paparan tentang INOVASI dan latar belakang “lahir”nya Program SETARA di Kabupaten Lombok Tengah, dalam kesempatan ini, peserta juga diajak secara aktif bersama-sama menggali permasalahan-permasalahan terkait isu pendidikan, utamanya seputar penangan siswa berkebutuhan khusus di sekolah-sekolah inklusi melalui pendekatan Problem, Driven, Iterative, Adaptation (PDIA).

 

Baca Juga :


Menariknya, selama proses berlangsung, peserta tak hanya diajak mengenali permasalahan-permasalahan yang ada, namun juga diajak menggali lebih dalam akar dari permasalahan-permasalahan yang dimunculkan, termasuk di dalamnya menganalisa dampak-dampak apa saja yang mungkin muncul akibat dari permasalahan-permasalahan tersebut.

Rangkaian aktivitas tersebut dilakukan tak lepas dari tujuan digelarnya kegiatan ini, yakni untuk memberikan dukungan bagi para guru sekaligus mendorong agar mereka lebih kreatif dan inovatif dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.

Harapannya, dengan begitu setiap anak penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang sama. Sementara, di sisi lain, para guru juga jadi lebih mampu memahami kendala-kendala yang dihadapi oleh SBK di kelasnya serta lebih mampu dalam membantu mengurangi hambatan-hambatan tersebut agar para SBK dapat berpartisipasi dengan maksimal dalam proses belajar dan mencapai potensi terbaiknya.

Hal ini, selain sejalan dengan  misi yang diusung oleh Program kemitraan antara Indonesia – Australia di bidang pendidikan ini, yakni menemukan cara-cara yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan membaca dan berhitung siswa Indonesia, kegiatan ini juga sekaligus untuk mendukung implementasi Peraturan Bupati Kabupaten Lombok Tengah tahun 2013 tentang pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus.

Sebagai provinsi pertama yang menjadi mitra INOVASI, beragam program peningkatan mutu pembelajaran, utamanya di ranah literasi dan numerasi telah dihelat di beberapa kabupaten. Tak hanya di Kabupaten Lombok Tengah, namun juga di Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, dan Dompu.

https://www.facebook.com/InovasiPendidikanAIP



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan