logoblog

Cari

Tutup Iklan

Membangun Kemampuan Berbahasa Melalui Metode Mind Mapping

Membangun Kemampuan Berbahasa Melalui Metode Mind Mapping

Ni Wayan Sudiati, S.Pd – SDN 1 Bentek, KLU Don’t judge book by its cover, jangan menilai sesuatu atau seseorang hanya dari

Inovasi Guru

INOVASI Pendidikan
Oleh INOVASI Pendidikan
27 September, 2017 17:55:06
Inovasi Guru
Komentar: 0
Dibaca: 3205 Kali

Ni Wayan Sudiati, S.Pd – SDN 1 Bentek, KLU

Don’t judge book by its cover, jangan menilai sesuatu atau seseorang hanya dari tampilan luarnya saja. Kita tentu sudah tidak asing dengan ungkapan tersebut. Ungkapan yang kurang lebih bisa menggambarkan sosok Ni Wayan Sudiati.

Meski bagi sebagian besar anak didiknya di SDN 1 Bentek, Kabupaten Lombok Utara, perempuan kelahiran 1 Januari ini dikenal sebagai sosok guru yang galak, namun tak sedikit yang justru pernah merasakan limpahan perhatian darinya. Pendekatan personal kerap menjadi pilihannya. Tak hanya dalam mendisiplinkan murid-muridnya, namun juga dalam membantu mereka meningkatkan kemampuan di bidang akademis.

“50 persen dari 40 siswa saya itu berasal dari dusun, dimana mayoritas orangtua mereka tidak berpendidikan dan cenderung kurang peduli dengan perkembangan belajar anak-anaknya. Bagi para orangtua ini, melihat anak-anaknya berangkat sekolah sudah cukup. Perkara apakah mereka punya PR, wali murid ini nyaris tidak peduli karena mereka menyerahkan 100 persen pendidikan anak-anaknya pada saya, pada sekolah,” tuturnya membuka cerita.

Dengan kondisi seperti itu, alih-alih terbebani, Wayan justru tertantang. Baginya, situasi ini justru menjadi peluang baginya untuk menjadi guru yang sebenarnya, yang tak hanya mengajar namun juga mendidik. Mendisiplinkan anak didiknya menjadi salah satu target utamanya, selain terus melakukan terobosan demi menciptakan proses pembelajaran yang seru di setiap bidang pelajaran di kelasnya.

“Karena saya ingin proses pembelajaran di kelas saya lebih menarik dan tidak monoton. Karena bila tidak, anak-anak ini mudah jenuh dan kehilangan konsentrasi. Belum lagi, banyak diantara mereka ini disiplinnya rendah, mulai dari seragam yang tidak rapi sampai urusan kehadiran di kelas. Maka menggabungkan ketegasan dan melakukan terobosan adalah cara yang saya pilih supaya anak-anak ini terus mau belajar. Tegas bukan berarti jahat. Tegas karena saya ingin mereka tumbuh menjadi anak-anak yang berprestasi dan punya skill tersendiri. Sebab pada prinsipnya, di sekolah mereka adalah anak-anak saya. Karena itulah, saya ingin mengajar mereka dengan total,” paparnya.

Ditanya metode seperti apa saja yang ia gunakan untuk menumbuhkan semangat anak didiknya, Wayan menyebutkan bermain peran sebagai salah satu contohnya. Aktivitas ini dimulai dengan meminta setiap siswanya memilih gambar salah satu pahlawan nasional secara acak. Dimana kemudian, dari setiap gambar yang telah mereka pilih tersebut, ia kemudian mengajak mereka memainkan peran sesuai dengan pahlawan nasional yang telah mereka pilih. Disini, menurut anggota KKG Kecamatan Bentek ini, para siswanya tidak hanya menyalurkan bakat seni mereka, namun secara tidak langsung didorong untuk membaca kisah tentang perjuangan si pahlawan yang musti mereka perankan.

Tak puas sampai disitu, Wayan pun mencoba menerapkan mind mapping untuk membangun kemampuan siswa-siswinya dalam berbahasa, utamanya dalam menggubah puisi. Meski tak lumrah, namun siapa sangka, justru dengan metode ini, anak didiknya yang awalnya tak antusias justru kemudian rela meninggalkan jam istirahat demi menuntaskan puisi yang mereka buat dengan bantuan metode ini.

Dituturkan perempuan kelahiran Mataram ini, melalui metode pembelajaran yang dipercaya dapat memaksimalkan penggunaan otak kanan dan kiri secara bersamaan tersebut ia tak hanya mencoba mendorong murid-muridnya agar mampu menulis puisi sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Lebih dari itu, ia juga ingin agar mereka lebih berani menyampaikan pendapatnya di depan umum.

 

Baca Juga :


Hal itu, menurut penyuka buku-buku karya Chairil Anwar ini, tak lepas dari hasil pengamatannya salama mengajar. Dimana, ia kerap menemukan anak-anak didiknya kehilangan keberanian ketika harus menyampaikan jawaban mereka di depan kelas meski mereka telah menguasai materinya.

“Yang saya amati, ini karena mental takut salah. Sebab biasanya, setiap kali ada yang memberikan jawaban salah selalu ada kemungkinan jadi bahan tertawaan dan itu sering terjadi. Karena itulah saya pilih metode ini. Saya selalu tekankan pada mereka, jangan takut angkat tangan dan jangan takut salah. Motivasi itu terus-menerus saya tanamkan pada mereka supaya terus mereka ingat dan mereka bawa sampai mereka dewasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan pengagum R.A Kartini ini, dengan metode mind mapping tersebut, ia tak hanya mendorong murid-muridnya jadi lebih berani namun juga terasah kreativitasnya. Diterangkan Wayan, proses pembelajaran ini dimulai dengan meminta setiap anak didiknya menyebutkan kata kunci secara bergiliran dari setiap gambar yang telah ia buat sebelumnya. Dari kata-kata kunci tersebut, siswa-siswi kelas 5 itu kemudian diminta membuat kalimat sederhana yang selanjutnya disusun menjadi sebuah puisi.

Hasilnya, dari pre test yang sebelumnya hanya ada di kisaran 35,95, dengan teknik baru ini, perempuan penyuka olahraga ini menemukan peningkatan yang signifikan pada kemampuan anak didiknya. Terbukti, saat dilakukan post test, angka tersebut bergeser menjadi 72,81 dengan KKM 67.

“Saya percaya semua orang bisa menjadi guru. Saya juga percaya semua guru itu bisa mengajar, tapi menurut saya tidak semua guru bisa mendidik, itu bedanya. Bagi saya, mendidik dan mengajar adalah dua hal yang berbeda. Mendidik itu sulit dilakukan kecuali oleh guru yang benar-benar punya cita-cita, harapan, dan hasrat pengabdian yang tinggi. Dan saya bertekad menjadi guru sebenarnya. Sebab orangtua mereka sudah mempercayakan pendidikan mereka di tangan saya dan buat saya itu tanggung jawab yang berat,”pungkasnya di akhir sesi wawancara.

http://bit.ly/2fpmk4a



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan